chan's Site

Blog EntryKorupsi? Kolusi? Makan harta orang lain? Mar 13, '08 1:02 AM
for everyone
Kebetulan saya memiliki sedikit tanah terbuka di depan rumah. Di sana ditumbuhi beberapa pohon buah, seperti rambutan, jambu, mangga, pepaya, hm apa lagi ya... ya ada beberapa pohon-pohon kecil. Suatu hari saya sedang di dalam rumah, pintu tertutup.

Saya perhatikan ada beberapa anak-anak bermain di halaman itu, didampingi ibu mereka yang sedang menyuapi si anak. Si anak ternyata sedang berusaha mengambil buah jambu yang ada di muka rumah... Lalu si ibu berkata "dek, jangan diambil dulu, nanti aja kalau sudah mateng kita ambil"
MasyaAllah, seperti disambar petir (berlebihan) saya terkejut sekali. Ternyata sedari kecil banyak sekali anak yang sudah diajari tentang bolehnya memakan hak orang lain, tanpa merasa malu, tanpa merasa bersalah. Menjadikan kemiskinan dan kebodohan sebagai tameng, lalu bisa membenarkan moral buruk yang dimiliki, kalau hanya sekedar memiliki tak apa-apa menurut saya, tapi ini juga diwariskan... Astaghfirullahul 'adzim.

Kejadian lain, saat berbincang dengan sopir angkot, mengapa mereka suka sekali berhenti di tengah jalan, kenapa tidak minggir dulu ketika menaikkan dan menurunkan penumpang "Kalo minggir ya didahului angkot laen dong"

Ternyata, karena kepentingan pribadi, kita sah-sah saja mengambil hak orang lain (dalam hal ini jalan umum) Korupsi, kolusi,dan mengambil harta orang lain akhirnya menjadi budaya, YA budaya negri ini, dan hal itu dianggap biasa, bukan kesalahan, hal yang lumrah dan wajar-wajar saja. Sangat wajar sekali, ketika manusia-manusia negri ini mendapatkan kesempatan yang lebih (ketika mereka menjabat misalnya) mental itu mereka bawa.

Kalau boleh mempertanyakan, salah siapa?

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
fighter495 wrote on Mar 13
:) :) tulisan singkat yg bagus. tp jangan terlalu sibuk menyumpahi kegelapan, semoga kita menjadi salah satu cahaya yg membantu menerangi kegelapan di negeri ini... double smiles!
chairina wrote on Mar 13
hihi iya...
mungkin bukan menyumpahi kegelapan, tapi mengingatkan bahwa banyak kegelapan di sekeliling kita, dan jangan sampe kita terseret di dalamnya :)
bearahmat wrote on Mar 14
eh kalo buah sudah keluar dari halaman dan masuk jalan umum, bukannya orang lain sudah punya hak ? atau hanya yang jatuh ? tanpa melihat sisi hati-hati seperti orang tua Imam Syafi'i lho..
yuliarinta wrote on Mar 17
Setiap orang bisa mengambil pembelajaran yang berbeda dari satu hal yang sama. Seperti kita melihat berlian...akan terlihat cantik di setiap sisinya.....tapi kalau kita melihat berlian sebagai (maaf) kotoran kucing, ya seperti itulah adanya....
chairina wrote on Mar 17
renungan ini terutama buat saya pribadi ...
bisa jadi sayalah yang ternyata banyak korupsi dibandingkan supir angkot di jalanan.
benarkah 100% jam kerja dipakai efektif? benarkah pemakaian listrik kita adalah kebutuhan atau sedang memakan subsidi pemerintah untuk pemborosan?

lalu bagaimana mata rantai "budaya" yang mendarah daging itu bisa kita putuskan?
yaqzhanah wrote on Apr 17
Omelin aja, itu khan bagian dari nasehat tapi dengan nada keras. Enak aja, maen ambil, emang pohon nenek moyang loe apa...bilangin gitu aja sambil tunjuk jidatnya hehehehe
chairina wrote on Apr 18
hehe... ya mungkin memang belum pernah merasakan buah jambu... ternyata setelah beberapa hari pengamatan, yang ambil ga sekedar anak2, orang dewasa (bapak2 dan ibu2) juga banyak :D
andhinhz wrote on May 6
biar nggak makin pusing mbak, relain aja d buah jambunya...
hehehe...
chairina wrote on May 12
hihih... insyaAllah rela din..
yang saya ga rela bukan masalah jambunya kok...
andhinhz wrote on May 16
masalah 'cara' yah...?
hehehe...
teeya wrote on May 26
Aku suka lihat hal yang menarik... ada orang tua yang ngambilin buah (biasanya anggur atau jeruk shantang) di car4.. kemudian dikasih ke anaknya... Padahal..itu namanya mencuri kan? Berarti itu ngajarin anaknya kl gpp ngambil n makan tanpa bayar... apa mereka g ngeh ya kl mereka sudah memberikan harta haram ke anak mereka...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.